11/01/2020

Dulu, aku kira ujian itu adalah serangkaian hal menyebalkan yang hanya ditemui di bangku sekolah. Ternyata, bertahun-tahun setelah selesai sekolah masih dihadapkan dengan berbagai macam ujian yang tak jarang dibarengi dengan serangkaian gagal lolos ujian. Saking seringnya gagal, jadi semakin familiar dengan suasana menghadapi kegagalan. Sesekali sedih dan kecewa, tapi tidak lagi merasa kaget.

Pada beberapa hal, kita pasti memiliki keinginan untuk memiliki sesuatu atau target untuk mencapai goals tertentu, spesifik dengan waktu kapan harus sampai di titik itu. Untuk mencapainya, pasti ada serangkaian proses yang tidak mudah untuk dilalui. Dalam rangkaian proses itu lah di mana kita bisa memberikan upaya terbaik yang semoga mengantarkan kita pada hasil yang terbaik pula. Hasil terbaik. Dengan memberikan upaya terbaik, kita mengharapkan hasil terbaik. Padahal, mungkin, bagi Tuhan, hasil terbaik bukan lah terbaik versi kita dalam bentuk keberhasilan mencapai hal yang diharapkan. Hasil terbaik versi Tuhan bisa saja dalam bentuk kegagalan. Tapi, percaya kan, kalau rencana Tuhan itu yang terbaik?

Mungkin dengan kegagalan mendapatkan sesuatu setelah mengupayakan segala hal dalam versi terbaiknya, kita sedang diminta Tuhan untuk menyelesaikan misi lain yang nantinya akan mengantarkan kita kepada titik yang paling pantas untuk kita. Mungkin dengan tertundanya keberhasilan saat ini, kita sedang diminta untuk lebih banyak belajar dan memantaskan diri untuk sampai pada tujuan kita  yang sebenarnya. Mungkin dari rasa kecewa kita terhadap kegagalan yang dihadapi, kita sedang diminta oleh Tuhan untuk lebih percaya bahwa Ia memiliki rencana yang lebih baik.

Seorang teman pernah berkata, "Yang Maha Kuasa juga Maha Penyayang kok, jadi gausah khawatir". Waktu itu Ia berkata dalam konteks kematian seseorang. Tapi ku rasa, kalimatnya kembali terngiang saat kali ini aku menghadapi kegagalan. Gak usah khawatir. Setidaknya, dalam setiap proses dan dalam setiap kesempatan, kita telah berupaya dengan sebaik-baiknya. 

Nanti ada waktunya.

No comments:

Post a Comment