Ummm, halo :)
Sudah lama aku tergerak untuk kembali membuka daftar tulisan yang tinggal di halaman ini. Sepenggal cerita dan gambaran perasaan yang sengaja ditumpahkan pada barisan huruf dan paragraf di sini. Beberapa waktu terakhir, aku teringat kebiasaanku menulis di bertahun-tahun lalu, dan menyadari betapa hal itu sangat membebaskanku, membuatku tergerak untuk kembali menulis, mungkin untuk membebaskan banyak hal yang saat ini terkungkung, melepaskan isi kepala yang mungkin kusut, atau mungkin untuk mengawetkan momen di rutinitas yang serba cepat ini. Lalu sekarang, kita mulai dari mana ya?
Setelah menulis paragraf di atas, aku terdiam cukup lama, benar-benar memikirkan dari mana aku harus memulai. Haruskah ku mulai dari update tentang rutinitasku kini, mungkin cerita perjalananku terakhir, atau mungkin tentang ulasan buku yang terakhir ku baca?
Baiklah, akan ku mulai dari di mana aku menuliskan halaman pertamaku lagi setelah tiga tahun. Malam ini aku sedang berada di Niku. Tujuan utamaku sebetulnya Prose and Petals, toko buku kecil yang diklaim memiliki koleksi buku yang terkurasi, bersisian dengan sebuah coffee shop yang tidak terlalu berisik. Book cafe but not so book cafe. Aku membeli The Practice of Not Thinking: A Guide to Mindful Living dan segelas kopi hitam dingin sebagai teman baca. Membaca beberapa halaman pertama buku ini, salah satu poin yang akan dibahas adalah bagaimana kita akan melatih kontrol tentang isi pikiran kita. Ya, aku tau topik ini ada di berbagai zen book, tapi di momen ini akhirnya aku benar-benar membuka halaman blog ini kembali.
Di tengah rutinitas yang serba cepat, informasi yang bukan hanya mudah diakses, tapi juga mengalir ke jari tanganku, video-video singkat tersaji di satu swipe, aku pernah berpikir, akankah menulis blog (bukan di microblog seperti instagram) kembali akan menjadi terapi untuk menarik diri dari semua yang serba cepat, serba banyak, dan serba berisik itu? Adakah yang akan membaca? Tapi apakah penting jika tulisan itu ada yang membaca selain diriku? Bukankah bertahun-tahun lalu isi blog ini tercipta hanya untuk mengenang momen dan segenap perasaan untuk diriku sendiri?
Mungkin aku akan kembali rutin menulis di sini. Menulis untuk menguraikan, mengawetkan, dan setidaknya untuk bisa kembali merasa hidup dengan kecepatan yang lebih pelan.
Untuk yang membaca sampai akhir paragraf ini, ku ucapkan terima kasih :)
